Panduan Menggunakan Perancah Atau Scaffolding Di Tempat Kerja

Panduan Menggunakan Perancah Atau Scaffolding Di Tempat Kerja Untuk Menghindari Seringnya Kecelakaan Kerja Yang Terjadi

Berikut beberapa panduan dalam penggunaan perancah di tempat kerja ;

1. Perancah harus dibuatkan untuk semua pekerjaan, yang tidak bisa dijamin keamanannya bila dikerjakan secara aman pada suatu ketinggian dan / atau setiap ketinggian pekerjaan yang melebihi 2 meter harus menggunakan perancah yang memenuhi standar.

2. Papan untuk perancah harus tahan retak atau pecah.

3. Paku harus mempunyai panjang dan tebal yang cukup.

4. Paku besi yang getas (cast iron) tidak boleh digunakan.

5. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan perancah harus disimpan dengan baik dan jauh dari material yang berbahaya.

6. Perancah harus dihitung dengan faktor pengaman (safety factor) sebesar 4 kali beban maksimal.

7. Perancah harus diberi tangga pengaman untuk tempat berjalan dan lain-lain fasilitas yang aman.

8. Perancah harus cukup diberi penguat (Brace).

9. Semua kerangka berdirinya perancah bangunan harus berdasarkan standard konstruksi; mempunyai pondasi yang kuat dan cukuup tertanam dan diberi penguat untuk kesetabilan.

10. Batu bata, pipa yang rusak, bahan pembuat cerobong asap dan bahan-bahan lain yang tidak semestinya dipakai untuk penahan perancah, tidak boleh dipakai.

11. Paku-paku harus ditanam penuh, tidak boleh separuh dan kemudian dibengkokkan.

12. Paku tidak boleh menerima gaya tegangan langsung.

13. Tali baja yang digunakan untuk perancah, tidak boleh terkena asam atau bahan kimia, yang memudahkan keadaan korosi (karat) dan bahan ini tidak boleh digunakan, untuk tali perancah kayu yang terbuat dari serat tidak dapat digunakan atau yang dapat mengundang bahaya.

14. Bila terpaksa menggunakan perancah kayu karena ketiadaan perancah yang terbuat dari besi/pipa, maka pemilihan bahan harus berurat lurus, padat, tidak ada mata kayu yang besar-besar, kering tidak membusuk, tidak ada lubang ulat dan lain-lainya yakni tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan runtuhnya susunan perancah.

15. Untuk perancah yang berdiri sendiri harus terdiri atas gelagar memanjang dan melintang yang dihubungkan dengan kuat pada tiang penyanggah, ke atas atau ke samping, bergantung pada pemakaiannya untuk menjamin kesetabilan sampai perancah dapat dilepas.

16. Setiap bagian dari perancah harus diperiksa sebelum dipasang.

17. Setiap bentuk dan komposisi perancah harus diperiksa sebelumnya oleh petugas K3L untuk meyakinkan:

a. dalam kondisi yang stabil

b. bahan yang dipakai tidak rusak

c. cukup baik untuk digunakan, dan

d. sudah diberi pengaman.

18. Pemeriksaan perancah harus dilaksanakan oleh petugas K3L dan didokumentasikan:

a. sedikitnya seminggu sekali

b. sesudah cuaca buruk, atau gangguan dalam masa pembangunan yang agak lama

19. Setiap bagian harus dipelihara dengan baik dan teratur sehingga tidak ada yang rusak atau membahayakan waktu dipakai.

20. Perancah tidak boleh sebagian dibuka dan ditinggal terbuka, kecuali kalau hal itu tetap menjamin keselamatan.

21. Perancah yang tidak bebas harus dikaitkan ke bangunan dengan sistem jepit (rigid connections) yang kuat dengan jarak tertentu.

22. Perancah yang tidak boleh terlalu tinggi di atas angker yang tertinggi, karena dapat membahayakan kesetabilan dan kekuatannya.

23. Pada waktu mengangkat perlengkapan yang digunakan pada perancah:

a. Bagian-bagian dari perancah harus diperiksa dengan cermat dan kalau perlu diperkuat.

b. Setiap penggeseran dan penyanggah ( putlog ) harus dicegah.

c. Tiang penyanggah harus dihubungkan erat pada bagian bangunan yang kuat, di tempat alat pengangkat dipasang.

24. Dalam melakukan kegiatan pemasangan perancah dan pembongkaran perancah hanya boleh dilakukan oleh petugas yang telah memiliki keahlian dalam pekerjaan perancah dan wewenang dalam melakukan kegiatan tersebut.

25. Setiap tahapan pekerjaan perancah harus mengikuti urutan sesuai ketentuan teknis yang telah ditentukan oleh petugas yang mempunyai wewenang.

26. Tahapan atau urutan yang dibuat oleh tenaga teknis berkeahlian pekerjaan perancah harus di dokumentasikan.

a. Tenaga ahli perancah yang mempunyai sertifikat perancah dan / atau

b. Petugas K3L khusus perancah/petugas K3L konstruksi

Panduan Menggunakan Perancah Atau Scaffolding Di Tempat Kerja Untuk Menghindari Seringnya Kecelakaan Kerja Yang Terjadi

Kecelakaan yang sering terjadi pada proyek pembangunan scaffolding dikarenakan tiddak memperhatikan hal-hal diatas atau prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak produsen yang harus dan bahkan wajib untuk ditaati setiap konsumennya.

Robohnya suatu perancah atau scaffolding sering kali dikatakan karena adanya angina kencang yang membuat pondasi tersebut tidak kuat dan roboh begitu saja.

Hal tersebut membuat banyaknya di kalangan masyarakan mulai khawatir dan resah ketika melihat ada scaffolding atau perancah yang didirikan di dekat rumah mereka untuk mendirikan sebuah bangunan disana.

Kecerobohan-kecerobohan yang dilakukan oleh satu pihak tersebut dapat merugikan konsumen sendiri dan juga tentu berdampak pada produsen.

Produsen akan dianggap kurang professional dalam mendirikan sebuah perancah yang harusnya aman digunakan dimanapun dan dapat dipindah dari satu tempat ke tempat lain sesuai dengan kebutuhan pekerja.

Penggunaan scaffolding yang tidak memenuhi tata cara yang baik dan benar juga akan mengakibatkan kecelakaan kerja yang berakibat fatal pada keselamatan para kontruksi bangunan. Bahkan dapat menimbulkan kematian.

Oleh karena itu, pastikan anda dapat menggunakan atau merangkai scaffolding dengan baik dan benar, sesuai dengan prosedur yang berlaku. Perhatikan juga dimana tempat anda membeli scaffolding tersebut, pastikan penjual telah bekerja sama dengan para ahli dibidangnya atau memang sudah mahir dalam bidang scaffolding.

Telah banya penjual yang melakukan pemasaran dengan menggunakan fasilitas online yang dapat anda manfaatkan kapan saja anda butuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s